Warga Desa Wadung Asih Siap Jadi Satgas Anti Narkoba

Warga Desa Wadung Asih, Buduran, siap di lingkungannya dibentuk adanya Satuan Tugas (Satgas) anti Narkoba. Karena merasa faedahnya sangat besar, dalam menangkal dan mengeliminir peredaran dan penyalahgunaan bahaya Narkoba, di desa yang telah jadi sasaran urbananisasi dari berbagai daerah itu.

Kepala Desa Waung Asih, Choirul,menyampaikan, sejak awal ada program seperti ini dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab Sidoarjo itu, pihaknya sudah merespon positif.

Pihak desa pun sudah berkoordinasi dengan sejumlah pemimpin d lingkungan desa, seperti ketua RT, ketua RW dan karang taruna.

‘’ Semogga program ini berjalan lancar di desa kami, dan semoga tidak sampai berhenti di tengah jalan, karena program ini demi kebaikan bagi warga desa, kami akan mensuport agar lancar,’’ komentar Choirul, disela-sela pelatihan Satgas anti Narkoba oleh BNN Sidoarjo, baru-baru ini, di Balai Desa Wadung Asih.

Diharapkan Choirul, setelah sekitar 30 warganya dilatih jadi Satgas Anti Narkoba oleh BNN Sidoarjo, diharapakan mereka peduli untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba ini pada warga lainnya. Misalnya bisa lewat cangkrukan, kegiatan tahlilan dan kegiatan warga lainnya.

Kasi Penceghan dan Pembedayaan BNNK Sidoarjo, AKP Agus Suwandi, mengakui BNN Sidoarjo tidak bisa kerja sendirian dalam mengeliminir dan menangkal peredaran Narkoba di masyarakat. Maka Satgas dibentuk agar bisa sebagai kepanjangan tangan BNNK.

‘’ Kita tidak bisa kerja sendiri, maka kita harap ada kepedulian dari warga masyarakat, juga ikut untuk membantu bantu mengawasi penyalahgunaa Narkoba di sekitarnya, mudah-mudahan Satgas Anti Narkoba bisa bermanfaat bagi warga desa,’’ kata Agus.

Dipaparkannya, para Satgas ini, selain bisa memberi penyuluhan bahaya Narkoba di lingkungannya, juga bisa memantau dan melaporkan pada polisi atau BNNK Sidoarjo, bila mengamati perilaku orang di sekitarnya yang terindikasi dalam pemakaian Narkoba.

Dari Kanit Narkoba Polres Sidoarjo, Ipda Aman Prasetyo, memberikan data dari hasil ungkap kasus Narkoba Polres Sidoarjo , pada tahun 2014 ada sebanyak 146 kasus,sedangkan pada tahun 2015 sementara ini sebanyak 13 kasus.

Disampaikan, saat ini di Kab Sidoarjo, lagi marak dengan pil koplo yang banyak dipakai oleh anak SMP. Ini dikarenakan, hargabelinya yang termasuk murah.Dengan harga Rp 10 ribu, pemakai sudah dapat 10 butir.

Ia menyebutkan, para tersangka pemakai pil koplo ini banyak tersangka dari Kec Krian. Yang diamankan, rata-rata banyak anak –anak yang masih berusia SMP.

‘’ Kasihan sebenarnya mereka , jadi apa masa depan anak-anak kita nanti,’’ ujarnya.

Disampaikan Aman, pemakain Narkoba ini, banyak karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Para Satgas Anti Narkoba itu, diingatkan dalam mengawasi penyalahgunaan Narkoba, agar memulainya lebih dulu dari lingkungan keluarganya sendiri. Agar keluarga mereka sendiri jangan sampai kena.

‘’ Para Satgas Anti Narkoba tolong sampaikan pada keluarga dan lingkungan sekitarnya, bahwa memakai Narkoba itu tak ada untungnya, itu hanya halusinasi saja,’’ kata Aman.

You may also like...